Desa Penglipuran Bali 2022 : Keunikan, Tiket Masuk & Jadi Desa Terbersih

Desa Penglipuran Bali
Desa Penglipuran Bali
0
(0)

Lokasi: Jl. Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80611
Map: Klik Disini
Harga Tiket Masuk: Rp 25.000 – Rp 50.000 / Orang
Buka / Tutup: 08:15 – 18:00
No. Telepon: 082144543439

Wisata Desa Penglipuran Bali atau Desa Penglipuran Bangli Desa Adat Penglipuran Bali merupakan Desa Wisata Kebudayaan Bali Tempo Dulu yang masih tetap ada hingga saat ini, sehingga tak salah jika memasukkan nama Desa Penglipuran Bali menjadi salah satu destinasi wisata Bali yang wajib dikunjungi. Para warga yang berkomitmen berpegang teguh terhadap adat Bali menjadi kunci utama suksesnya Desa Wisata Penglipuran menjadi alternatif tujuan wisata di Bali. 

Seputar Tentang Bali

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwasanya Bali memang dirasakan begitu spesial terutama sebagai salah satu objek wisata di Indonesia andalan selain Jogja. Memiliki kebudayaan yang khas dengan culture masyarakatnya yang mayoritas menganut Agama Hindu.

Tau kah kamu, jika Agama Hindu merupakan agama tertua yang ada hingga saat ini? Menurut penelitian, Agama Hindu telah ada sejak 500-200 SM dan mulai meluas hingga pada akhirnya muncul agama baru yakni Budha yang menjadi pendamping erat pada abad ke-8. Sebagai bukti penguat anggapan bilamana Agama Hindu merupakan agama tertua dapat dilihat secara jelas melalui berbagai peninggalan situs kuno berupa patung atau arca.

Khusus di Indonesia, terdapat beberapa titik lokasi ditemukannya arca yang telah ada sejak lama bahkan di abad ke-1 SM seperti yang ada di Pulau Panaitan (terletak di barat laut Jawa dekat Ujung Kulon) dan juga di Kutai (Kaltim) yang telah ada sejak 400 Masehi. Kemudian jika di Pulau Bali, peninggalan tertua terrdapat di Bedulu, Gianyar yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-8 SM (sama seperti yang ada di Dieng, Jawa Tengah). 

Kemudian seperti yang telah kita ketahui bahwa Agama Islam merupakan agama yang baru mulai berkembang masuk ke nusantara. Jika mengacu pada sejarah awal masuk Agama Islam di Indonesia yang dimulai dari abad ke-7 hingga abad ke-13, maka dapat diketahui jikalau benarlah adanya pernyataan “Agama Hindu lebih tua dari Agama Islam”.

Dimana penyebaran Islam mulai meluas hampir diseluruh kawasan nusantara dimulai sejak runtuhnya Kerajaan Hindu-Budha terbesar (Kerajaan Majapahit) pada abad ke-15. Dikarenakan pada awalnya mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Hindu, maka dalam proses penyebaran Agama Islam pun pada awalnya banyak yang mengadobsi beberapa kebudayaan Hindu, hal tersebut dilakukan demi meminimalisnya ketegangan, dimana dalam penyebaran Islam yang selalu menekankan tak boleh ada kekerasan dalam penyebarannya, sehingga hal itu dilakukan demi agar mudah diterima masuk oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai contoh bukti akan hal tersebut, jika kita lihat pada masyarakat Bali yang beragama Hindu dalam ibadah kesehariannya mereka selalu menggunakan “kain sarung” sebagai penutup aurat pada bagian pinggul hingga lutut bukan? nah jika kita kembalikan pada sejarah diatas, lalu mengapa pada Agama Islam dalam melakukan ibadah pun menggunakan “kain sarung” hingga saat ini? Oleh sebab itu dapat diketahui sebetulnya itu hanyalah sebuah syariat saja yang bukan mempengaruhi sebuah nilai esensial dalam beribadah. 

Kemudian fakta lainnya yakni adanya falsafah hidup yang dipegang teguh bagi mereka yang memeluk Agama Hindu yakni “Tri Hita Karana”, dimana falsafah ini mengajarkan untuk selalu mengharmoniskan hubungan antara Manusia dengan sesama, Manusia dengan Lingkungan dan Manusia dengan Tuhan.

Lalu jika dalam Agama Islam pun terdapat falsafah yang serupa, namun lebih diperkecil skalanya. Bagi umat Islam mereka berpegang teguh terhadap “Hablumminallah” dan “Hablumminannas” yang memiliki arti tentang umat manusia yang harus menjaga hubungan antara Manusia dengan Tuhan dan Manusia dengan sesama. Lantas apa bedanya? intinya semua agama itu pastilah mengajarkan kebaikan. Dari beberapa fakta yang ada, tentulah kita dapat menyimpulkan jikalau benar adanya bila “Agama Hindu merupakan cikal bakal dari perkembangan budaya yang ada di Indonesia hingga saat ini”.

Simak juga tentang Villa di Bali Terbaik Untuk Liburan Semakin Nyaman saat di Bali.

Seputar Tentang Desa Penglipuran Bali

Gapura Desa Wisata Penglipuran Bali
Gapura Desa Wisata Penglipuran Bali | Foto by Yuga Explore

Itulah sedikit tambahan wawasan bagi kita semua yang kiranya mungkin dapat berguna dan bermanfaat. Kemudian kembali pada pokok pembahasan tentang Desa Penglipuran Bangli yang dewasa ini telah menjadi salah satu objek wisata di Bali yang kian hari kian banyak wisatawan yang berkunjung untuk mengetahui akan suasana asli di desa adat Bali. Penasaran akan keseruan apa saja yang ada di Desa Penglipuran Bali? kamu dapat menyimaknya dalam konten artikel PanduanWisata.id kali ini.

Pada siang hari ini saya akan mengulas perihal Desa Penglipuran Bali Bangli atau desa wisata kebudayaan Bali tempo dulu. Semoga kiranya informasi yang nanti akan disampaikan dapat dijadikan sebagai sumber referensi bagi kamu atau para pembaca budiman dimana pun anda berada.

Bali tentu bukanlah sebuah barang baru bagi banyak orang, dikenal sebagai salah satu dari sekian banyak lokasi indah di dunia menjadikan Pariwisata Bali tak pernah mengenal sepi akan pengunjung sepanjang tahun. Akan tetapi khusus bagi kamu yang sudah sering bolak balik liburan ke Bali, tentulah sudah cukup akrab dan bahkan bosan dengan deretan beberapa nama pantai indah bukan? Ya, sebagai gambaran luas untuk kita semua ternyata Bali bukanlah hanya sekedar dengan wisata pantai Bali atau wisata alam Bali lainnya seperti pendakian Gunung Agung Bali, tetapi ternyata masih ada wisata yang tak kalah seru yakni dengan wisata adat Bali sebagai contohnya Desa Penglipuran. 

Liburan ke Desa Wisata Penglipuran Bali dapat menjadi agenda wisata alternatif, mengapa begitu? Pasalnya banyak penuturan dari wisatawan yang telah sering wisata ke Bali baik wisatawan domestik atau mancanegara yang telah cukup merasa jengah dengan suasana kehidupan modern yang ada pada daerah wisata umumnya seperti di Denpasar, Seminyak dan lain-lainnya. Simak tentang Pantai Balangan Bali sebelum pergi kesana.

Dimana umumnya dengan memiliki banyak warga yang lebih bersifat heterogen sehingga tak terlalu terasa nilai dari kebudayaan Bali yang aslinya. Sebagai tambahan wawasan, perlu kita ketahui bersama jika Desa Penglipuran merupakan salah satu desa tertua yang ada di Pulau Bali atau yang biasa disebut dengan Bali Aga atau Bali Mula. Sebagai desa tradisional, para warga Desa Penglipuran tetap berpegang teguh terhadap kepercayaan dan ajaran kuno dari para leluhur ditengah gempuran hidup era modernisasi seperti dewasa ini.

Dengan cara hidup demikian, mereka bertahan hidup dengan menggunakan beberapa aturan adat Bali hingga saat ini. Sebagai contohnya dengan tata cara penataan tata letak Desa Penglipuran berikut dengan rumah para warga yang diatur sedemikian rupa sehingga tak menyalahi aturan serta tradisi kebudayaan Bali.suasana Desa Penglipuran dengan bentuk rumah yang sama

Sebenarnya di Pulau Bali masih banyak terdapat desa atau perkampungan yang masih berpegang teguh terhadap ajaran Bali asli, namun dikarenakan Desa Penglipuran Bali telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemkab Bangil sejak tahun 1995 maka secara otomatis desa ini lebih dikenal oleh khalayak umum. Menurut penuturan warga sekitar, nama desa ini berasal dari kata “Pangeling Pura” yang memiliki arti sebagai tempat suci untuk mengenang para leluhur.

Oleh sebab itulah, di Desa Penglipuran para warga Penglipuran begitu menjunjung tinggi ajaran dari para leluhur. Dimana sebagai salah satu amanat dari ajaran tersebut yakni untuk dapat hidup rukun satu dengan yang lain, karena alasan tersebutlah para warga Desa Penglipuran Bali yang berjumlah 743 orang, begitu menjalin kerukunan antar sesama. Sesuatu hal yang sudah cukup jarang ditemui pada masyarakat urban di kota-kota besar saat ini bukan?

Pantai lain di bali yang wajib dikunjungi seperti Pantai Jimbaran Bali, Air Terjun Tegenungan, Pantai Karma Kandara Bali, dan masih banyak lainnya.

Cuaca Di Desa Penglipuran Bali

Memiliki cuaca yang sejuk dikarenakan terletak pada ketinggian 700 mdpl dengan luas keseluruhan area Desa Penglipuran mencapai 112 hektare yang terbagi menjadi 37 hektare hutan bambu, ladang seluas 49 hektare dan area permukiman warga seluas 12 hektare. Wilayah Desa Penglipuran memiliki batas area yang langsung berhubungan dengan Desa Kayang disisi utara, Desa Gunaksa disisi Selatan, Desa Kubu disisi timur dan Desa Tukad disisi barat.

Lokasi Desa Penglipuran Bali

Lokasi Desa Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Bangli atau tepatnya berada pada jalur wisata Kintamani dengan jarak sekitar 4.9 Km dari pusat kota Bangli atau sekitar 43.5 Km dari pusat kota Denpasar. Jika kamu ingin berkunjung, kamu dapat menggunakan jalan menuju Desa Penglipuran Bangli dengan rute sebagai berikut,

*Dari Denpasar menuju Desa Penglipuran

  • Arahkan kendaraan kamu menuju Jl. By Pass Ngurah Rai lalu arahkan ke Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra atau ikuti marka petunjuk jalan menuju Gianyar/Klungkung hingga nantinya akan melewati arah Pasar Sukawati dan Bali Safari & Marine Park.
  • Ikuti jalan tersebut hingga masuk ke arah Banjar Siyut, lalu ke Jl. Taman Bali/Jl. Raya Kembengan lalu menuju Jl. Merdeka.
  • Kemudian masuk ke arahh kota Bangli lalu menuju Jl. Penglipuran kemudian Desa Penglipura terletak disisi kiri jalan.

Setibanya di area Desa Penglipuran, kamu dapat memarkirkan kendaraan diarea parkir yang telah disediakan, untuk biaya parkir kamu hanya dikenakan seikhlasnya saja. Bagi para wisatawan yang berkunjung, kendaraan tidak diijinkan masuk ke area desa sehingga mau tidak mau kamu dapat menikmati suasana desa dengan berjalan kaki seraya berinteraksi dengan para warga sekitar.

Setelah itu kamu dapat berjalan menuju gapura pintu masuk yang nantinya kamu akan dikenakan biaya tiket masuk Desa Penglipuran terbaru sekitar Rp. 25.000/orang (wisatawan domestik) dan Rp. 50.000/orang (wisatawan mancanegara). Cukup terjangkau bukan? tak salah memang jika termasuk sebagai wisata Bali murah. Pada kawasan gapura masuk desa terdapat area yang dinamakan dengan catus pata yang terdiri dari Balai Wantilan, Bali Banjar adat dan area taman terbuka. Sebelum lanjut, sebagai tambahan informasi tentang Tempat Wisata Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi.

Desa Penglipuran Ada Apa Saja?

Keindahan Desa Penglipuran Bali
Keindahan Desa Penglipuran Bali | Foto by Tasha RT

Keunikan yang menjadi ciri khas bangunan pemukiman warga yang mempunyai arsitektur rumah tradisonal yang sama antara satu dengan yang lain. Mengapa begitu? pasalnya kembali pada ajaran leluhur diatas yang mengajarkan kerukunan antar warga, dengan memiliki bentuk rumah yang sama maka tak akan ada kecemburuan sosial diantara mereka.

Mulai dari bentuk rumah adat Bali, ukuran luas bangunan, serta tata letak pada semua area permukiman telah diatur sedemikian rupa, sungguh unik bukan tempat wisata di Bali yang satu ini? Umumnya penataan fisik bangunan ini terdiri dari pintu masuk gerbang rumah (Angkul-Angkul) dengan ukuran yang hanya cukup dilalui oleh satu orang, kemudian diberikan pintu dan pada bagian atasnya diberikan atap yang terbuat dari bambu.

Pintu masuk ini saling berhadapan satu sama lain yang langsung dibatasi oleh jalan utama Desa Penglipuran yang ditanami rerumputan serta pepohonan agar terlihat lebih indah. Ditambah lagi dengan masing-masing rumah warga pasti ditemui pohon bunga matahari yang kian mempercantik pekarangan rumah para warga Desa Penglipuran Bali.

Selepas area permukiman warga, terdapat sebuah pura yang sering dijadikan sebagai lokasi berfoto terfavorit bagi para wisatawan yang datang berkunjung. Kamu pun dapat menyewa baju adat Bali dengan biaya sekitar Rp. 20.000 agar menciptakan karya foto yang lebih natural.

Setelah puas berfoto ria di depan pura, kamu dapat melanjutkan berkeliling dengan menuju Hutan Bambu yang biasa digunakan oleh para warga sekitar untuk membuat berbagai karya seni yang kemudian diperjual belikan sebagai oleh-oleh. Rimbun pohon bambu terlihat begitu apik kala bergoyang tertiup angin kian menambah kesan syahdu kala liburan wisata ke Bali kali ini. 

Selain dapat menikmati suasana wisata Desa Penglipuran, kamu pun dapat mencoba minuman khas tradisional Bali. Dimana khusus di Desa Penglipuran terdapat minuman khas bernama “Loloh CemCem” yaitu sebuah minuman kesehatan yang berasal dari daun-daunan. Memiliki rasa yang unik namun enak menjadi pelepas dahaga di siang hari saat berkeliling Desa Penglipuran.

Perihal harga minuman Loloh CemCem sekitar Rp. 5000/botol, dimana selain memiliki rasa lezat, minuman ini pun berkhasiat yang baik untuk pencernaan dan menurunkan tekanan darah. Tambahan informasi juga tentang Kawah Ijen Banyuwangi.

Dinobatkan Sebagai Desa Terbersih di Indonesia

Desa Penglipuran Bali Menjadi Desa Terbersih
Desa Penglipuran Bali Menjadi Desa Terbersih | Foto by Mario Aristo

Masih ada hal membanggakan lainnya tentang desa ini, dimana Desa Penglipuran Bali dinobatkan sebagai desa terbersih di Indonesia dan di anugerahkan penghargaan Kalpataru. Selain pengakuan di Indonesia, desa ini pun berhasil memasukkan namanya menjadi desa terbersih di dunia dengan urutan ke-3 setelah Desa Giethoorn, Belanda dan Desa Mawlynnong, India. Cukup membanggakan bukan?

Perihal waktu berkunjung ke Desa Penglipuran terbaik adalah pada saat menyambut Hari Raya Galungan. Dimana upacara ini dilakukan setiap 6 bulan sekali (210  hari), untuk memperingatinya para warga akan menghiasi pintu gerbang masuk rumah dengan Penjor (berupa batang bambu yang dihiasi).

Suasana Desa Penglipuran akan lebih indah dengan hiasan bambu tersebut yang kian menambah kesakralan dan menciptakan suasana adat Bali yang begitu kental. Ditambah dengan para gadis Bali yang keluar rumah untuk bersembahyang dengan mengenakan baju adat Bali begitu terlihat cantik dan eksotik.  

Dari segala potensi wisata serta keunikan yang dimiliki Desa Wisata Penglipuran Bangli Bali, dapat kita ketahui bahwasanya terdapat perbedaan dengan desa/perkampungan pada umumnya mulai dari bentuk khas rumah adat bali, masyarakatnya yang anti berpoligami, sistem adat yang masih terjaga, tata ruang desa serta stratifikasi sosial. Sederet potensi tersebutlah yang mampu menarik minat para wisatawan untuk berkunjung sehingga patutlah memasukkan nama Desa Penglipuran menjadi Tempat Wisata Bali terbaik.

*Tips

  • Gunakan applikasi maps pada smartphone untuk tambahan acuan jalan menuju Desa Penglipuran Bali.
  • Kenakan lah pakaian yang sopan, walaupun di Bali yang sudah memiliki citra bebas dalam berpakaian namun ingat ini adalah sebuah desa/perkampungan yang memegang teguh adat sehingga kita pun harus menghormatinya.
  • Jangan membuang sampah sembarangan disekitar desa. 

Simak juga tentang Tips Lengkap Memilih Hotel saat Liburan ke Bali.

Berlibur mengunjungi Desa Penglipuran Bangli Bali menjadi inspirasi yang dapat merubah sudut pandang tentang indahnya hidup rukun dan harmonis antar sesama. Agama merupakan cahaya dalam kehidupan, Agama menjadi tolak ukur akan keseimbangan dalam hidup dan Agama mengajarkan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup.

Tambahan wawasan tentang Rekomendasi 13 Hotel Di Bali Yang Bagus dan Terjangkau.

Penutup

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal Desa Penglipuran Bali Bangli atau Desa Wisata Kebudayaan Bali Tempo Dulu. Terima kasih telah berkunjung ke PanduanWisata.id, semoga dari segala informasi yang telah disampaikan dapat menjadi sumber inspirasi bagi kamu atau pun para pembaca budiman lainnya.

Berapa penilaian untuk tempat ini?

0 / 5. 0